Dalam hadits tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa sesungguhnya Allah SWT mengabulkan segala do’a, namun terkadang kita sendiri yang menghalangi diri kita untuk mencapai apa yang kita inginkan karena maksiat dan dosa yang kita lakukan.
Dari hadits ini juga mengingatkan bahwa Ramadan ini adalah riyadhah atau latihan bagi kita untuk menutup diri dari segala dosa dengan do’a agar kita tidak terjebak ke dalam neraka. Maka inilah saatnya kita menempa karakter kita untuk menjadi muslim yang benar-benar diridhai oleh Allah SWT.
Maka jangan tutup do’a kita menjadi do’a yang terkabul hanya karena kita mendapatkan sesuatu dengan cara yang haram. Walau pun empat adab atau syarat dikabulkannya doa sudah dipersiapkan, semuanya menjadi sia-sia karena faktor ini Al Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id Rahimahullah mengatakan:
يعني من أين يستجاب لمن هذه صفته، فإنه ليس أهلاً للإجابة، لكن يجوز أن يستجيب الله تعالى له تفضلا ولطفاً وكرماً والله أعلم.
“Yakni dari mana dikabulkannya doa orang yang memiliki sifat ini (tidak menjaga diri dari haram, pen), karena dia bukan yang berhak untuk dikabulkan doanya, tetapi boleh jadi Allah Ta’ala mengabulkannya sebagai bentuk anugerah, kelembutan, dan kemuliaanNya. Wallahu A’lam.” (Syarhul Arbain An Nawawiyah, Hal. 60. Maktabah Al Misykah)
Copyright © 2017 - 2026 MTs Negeri 14 Jakarta Timur All rights reserved.