MTs Negeri 14 Jakarta Timur

Jl. Elang, RT.1/RW.10, Halim Perdanakusuma, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610

Madrasah SMART

Day 8: Ramadan with Sanvalas

Sabtu, 08 Maret 2025 ~ Oleh Humas MTs Negeri 14 Jakarta ~ Dilihat 372 Kali

Hadits ini memiliki kedudukan yang sangat penting. Imam Syafi’i mengatakan, “Hadits ini mencakup sepertiga ilmu karena perbuatan manusia terkait dengan tiga hal: hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan niat dalam hati merupakan salah satu dari tiga hal tersebut.”

 

Bahkan menurut Imam Abu Dawud, hadits ini merupakan separuh ajaran Islam. “Hadits ini setengah dari ajaran Islam. Sebab ajaran Islam bertumpu pada dua hal: sisi dzahiriyah (amal perbuatan) dan sisi batiniyah (niat).”

 

Berikut ini lima poin utama kandungan hadits Arbain Nawawi ini:

 

  1. Kandungan pertama hadits ini merupakan penjelasan dari bagian pertama sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Sesungguhnya semua amal tergantung niatnya"

 

  1. Niat menentukan diterimanya amal. Orang yang niatnya ikhlas semata karena Allah, Allah akan menerima ibadahnya. Sedangkan orang yang tidak ikhlas, Allah tidak akan menerima amalnya meskipun amal itu sah secara fiqih.

 

  1. Ikhlas itu sulit, tapi tidak ikhlas itu sakit. Ikhlas memang tidak mudah, tetapi ia adalah syarat diterimanya amal. Sehingga, kita harus terus menerus berusaha melatih dan memperbaiki niat kita agar ikhlas. Allah SWT berfirman, 

 

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ 

 

"Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istiqomah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar)" (QS. Al-Bayyinah: 5)

 

  1. Terus melatih dan memperbaiki niat

Berikutnya, hadits Arbain Nawawi 1 ini mengajarkan kepada kita, meskipun ikhlas itu tidak mudah, kita harus terus menerus berusaha untuk ikhlas. Terus menerus melatih dan memperbaiki niat kita. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala menuntun kita dengan firman-Nya,

 

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَب الْعٰلَمِيْنَۙ

 

"Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-An’am: 162)

 

  1. Hijrah pun sia-sia jika niatnya tidak ikhlas

Betapa hadits Arbain Nawawi 1 dan asbabul wurudnya ini patut kita renungi. Hijrah yang membuat seseorang meninggalkan harta dan tanah airnya, menempuh perjalanan melelahkan dan berbahaya, tetapi semuanya sia-sia karena bukan untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apalagi amal lain yang kesulitan dan pengorbanannya tidak sebesar hijrah. Wallahu ‘alam bish shawab

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT