MTs. Negeri 14 Jakarta

Jl. Elang Komplek Rajawali, Halim Perdanakusuma, Makasar, Kota Jakarta Timur

Madrasah SMART

Lebih Dekat dengan Bimbingan Konseling di MTs Negeri 14 Jakarta

Senin, 29 Juli 2019 ~ Oleh Humas MTs Negeri 14 Jakarta ~ Dilihat 1233 Kali

Oleh: Abdul Gofur

 

Menurut Syamsu Yusuf L.N., Bimbingan Konseling terkait dengan program pemberian layanan bantuan kepada peserta didik dalam upaya mencapai perkembangannya yang optimal, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, akademik, maupun karir. Personel yang bertanggungjawab langsung terhadap pelaksanaan bidang ini adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor. Yusuf juga mengemukakan pada abad 21 ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling, yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisonal, remedial, klinis, dan terpusat pada konselor, kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif.

 

Guru Bimbingan Konseling (BK) biasanya berurusan sama peserta didik bermasalah. Di MTs Negeri 14 Jakarta sendiri stigma tersebut sudah lama terbentuk, Tidak  heran jika semua  peserta didik menganggap guru BK hanya bertugas menangani anak nakal alias badung saja. Padahal bukan hanya itu. Berbeda dengan guru lain yang memberikan ilmu pengetahuan akademik (hard skill), guru BK punya tugas agar peserta didik bisa mengembangkan dan menemukan jati dirinya sendiri (softs skill). Harapannya para peserta didik yang dibimbing bisa menemukan  bakat dan minat sebenarnya, sehingga peserta didik bisa lebih percaya diri.

 

Di lingkungan MTs Negeri 14 Jakarta tak jarang guru BK melayani konseling individual. Menurut Ahmad Sudrajat konseling individual adalah “proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancar konseling oleh konselor kepada konseli yang sedang mengalami suatu masalah, yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli”. Masih menurut Sudrajat konseling individual digunakan ketika:

  1. Konseli mengalami krisis masalah yang complicated
  2. Masalah yang dibicarakan memiliki tingkat kerahasiaan tinggi0
  3. Berkaitan dengan upaya menafsirkan hasil tes kepribadian
  4. Konseli merasa ketakutan atau tidak nyaman untuk membicarakan masalahnya
  5. Konseli tertolak dilingkungannya
  6. Topik yang dibicarakan berkaitan dengan penyimpangan
  7. Konseli membutuhkan perhatian dan pengakuan

 

Sebenarnya setiap peserta didik bisa saja membuat atau mengatur jadwal bimbingan atau Bahasa keren anak sekarang curhat ke guru BK. Bahkan guru BK bisa jadi teman curhat yang paling tepat buat peserta didik MTsN 14 pada khususnya. Bagi para guru atau yang mengajar mata pelajaran lain jarang sekali menginjakkan kakinya ke ruang BK, kecuali jika memang ada keperluan mendesak atau jika salah satu dari peserta didik yang terkena masalah, lantas wali kelas menemani dan turut serta menyelesikan masalah anak didiknya, terkadang ruang BK dijadikan ruang persinggahan sementara sambil menunggu kelas selanjutnya. Penulis lantas menyusuri ke ruang tersebut hanya ingin mengorek informasi.

 

Siti Aminah, S.Pd, guru BK di MTs Negeri 14 Jakarta berbicara hal apa saja yang dilakukan peserta didik saat memasuki ruang BK. Beliau bercerita, “sebenarnya banyak sekali masalah yang datang dari para peseta didik ketika memasuki ruang BK untuk menyampaikan segala keluh kesahnya. Di awali dengan kasus terbanyak yaitu soal CINTA. Saya hanya memastikan pendidikan tiap peserta didik di madrasah ini berjalan lancar, tanpa gangguan”. “Bagi anak-anak MTs Negeri 14 Jakarta cinta bisa jadi masalah yang bisa  mengganggu semangat belajar dan bisa membuat  prestasi menurun, dalam ISLAM sendiri pacaran itu dilarang”, tambahnya. Salah satu peserta didik berujar “Kalau sudah curhat sama guru BK, siapa tau nanti dicariin penggantinya”, jawabnya polos sambil tertawa.

 

Tidak hanya persoalan cinta saja peseta didik mendatangi ruang BK, tambahnya lagi, lantas masalah apalagi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa masalah berikut ini :

  1. Kalau lagi ada masalah di rumah

Kondisi rumah sedang tidak karuan karena orang tua bertengkar? Semua orang bisa mengalami hal seperti itu. Curhat ke temen sendiri malah tidak ada solusi atau malu? Tidak  ada salahnya menceritakan masalah yang kita hadapi ke guru BK. Sebagai orangtua di sekolah otomatis mereka berusaha menjadi pihak yang netral dan sebisa mungkin melindungi peserta didiknya supaya tetap bisa fokus belajar.

  1. Mendadak galau dan kehilangan arah

Perubahan hormon di masa remaja terkadang bikin emosi naik-turun. Anak muda di usia belasan juga bisa merasa depresi sendiri dan bingung dengan masa depannya. Klise memang, tapi lagi-lagi guru BK selalu membuka pintu buat kamu yang lagi galau.

  1. Konsultasi kegiatan ekskul

Jangan kira guru BK engga punya catetan tentang murid-muridnya. Justru dokumen-dokumen guru BK tuh dipenuhi informasi soal muridnya. Mereka punya rekam jejak nilai-nilai murid, dan tentunya tau ekskul  yang terbaik buat muridnya. Tapi inget, mereka boleh aja nyaranin, namun semua keputusan ada di tangan kamu.

  1. Punya masalah sama temen

Bohong, jika kamu tidak  pernah berselisih faham atau bertengkar untuk masalah-maslah yang sebenarnya sepele sama temen di sekolah. Ketika bertengkar dengan teman di sekolah tidak bisa diselesaikan sesama temen, guru, atau bahkan wali kelas, guru BK lah yang punya jurus jitu menyelesaikan kasus seperti itu.

  1. Sulit beradaptasi dengan teman

Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2009, guru BK bertugas membntu peserta didik yang sulit beradaptasi di lingkungan sekolah. Berhubung kesulitan dalam mencari teman adalah salah satu dampak gagal adaptasi, curhat saja ke guru BK.

  1. Ingin pindah sekolah

Sebelum surat pernyataan pindah ditandatangai kepala sekolah, sebaiknya kamu curhat dulu ke guru BK. Mereka jadi pihak yang bakal membantu kalian dalam menyelesaikan masalah di sekolah. Kalau pindah sekolahs udah jadi keputusan final, guru BK lah sosuli terbaik untuk menemukan sekolah mana yan cocok buat kalian. Sekilas terkesan sepele tapi harus kita ketahui juga bahwa setiap guru BK dibekali ilmu psikologi, jadi mereka sangat berpengalaman sekali dalam menghadapi peserta didik yang memiliki perilaku beraneka ragam. Jadi, jangan ragu buat curhat atau konsultasi ke guru BK. Tenang saja, kerahasiaan terjamin.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi pelajar di berbagai jenjang yang mungkin pada saat ini sedang mengalami kondisi seperti di atas bahkan yang sama sekali belum  konsultasi dengan guru BK, tidak ada salahnya kalian mencoba untuk berkomunikasi dengan beliau. Karena manusia tak luput dari kesalahan, tak ada gading yang tak retak.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT